Desa Palesanggar terletak di wilayah Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Ambender di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pasanggar atau Palenggaan. Di sisi selatan berbatasan dengan Desa Potoan dajah Kecamatan Palenggaan, sedangkan di sisi timur berbatasan dengan desa Bulangan barat. Palesanggar merupakan sebuah daerah yang secara geografis memiliki luas 1075,72 Ha. Daerah tersebut merupakan kawasan yang berjarak cukup jauh dari wilayah kabupaten, daerah tersebut terletak disebelah utaranya pekotaan bisa ditempuh dari mobil dan motor karena aksesnya yang sangat mudah jalan menuju desa Palesanggar.
Secara geografis Desa Palesanggar terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang Selatan dan 110°10'-111°40' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 305 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Pamekasan tahun 2004, selama tahun 2004 curah hujan di Desa Palesanggar rata-rata mencapai 2.400 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desemmber sehingga mencapai 405,04 mm yang merupakacurahhujan tertinggi selamakurunwaktu 2000-2008.
Jarak tempuh Desa Palesanggar ke ibu kota kecamatan adalah -+ 3 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah -+ 15 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 Menit.
Desa tersebut termasuk penghasil tembakau yang cukup baik kualitasnya dikala musim kemarau sehingga banyak para pedagang tembakau yang dari luar masuk ke desa Palesanggar. adapun ketika musim hujan disana dominan menanam Padi dan ada pula Jagung, Cabe, Bawang daun, Kacang tanah, kacang panjang, ubi, tales dan yang lainnya. Masyarakat Palesanggar ketika musim hujan tidak hanya menanam padi tapi juga berbagai macam tanaman seperti: Kacang, Terong, Cabe.
Mayoritas penduduk Desa Palesanggar hasil perekonomian hanya di topang dengan hasil pertanian karena Desa Palesanggar merupakan lahan yang subur dan cukup air, Hasil yang sangat baik diantaranya Padi, dan Jagung, Kelapa, Rambután dan pada umumnya masyarakat Desa Palesanggar bisa diatan Satu darah karena mempunyai ikatan kekeluargaan yang sangat kental.
Semua itu tidak terlepas dari tanah yang bagus bisa ditanamin apa saja bisa dan mengasilakan, tinggal bagaimana kita bisa mengelolanya sebaik mungkin. karena minat petani di desa Palesanggar sekarang mulai menggurang terlihat dari anak muda yang hampir 60% tidak bekerja keladang mereka memilih bekerja keluar kota sampai keluar negeri separti; Malaysia, Timur tengah dan lain sebgainya.
Palesanggar merupakan sebuah desa yang mana penduduknya 100% beragama islam, masyarakat setempat sangat ramah-tamah dan saling sapa kalau bertemu. tidak hanya itu, desa tersebut merupakan desa yang paling unggul diantara desa-desa se-kecamatan Pegantenan dari segi aspek sosial keagamaan hal tersebut yang masih terpelihara dari dulu sampai saat ini, Sehingga masyarakat desa Palesanggar disegani oleh masyarakat desa-desa sebelah. Masyaraat luar merasa takjub milahat masyarakat Palesanggar bisa memelihara secara umum di desa Palesanggar seperti: kekompakan, kegiatan keagamaan, keamanan, gotong royong, dan lain sebagainya.
Jarak yang dapat dilalui dari kecamtan kepusat Desa dapat dilalui oleh berbaga kedaraan darat. Terutama sepeda mtor dan mobil, pada hari sabtu dan rabu, yaitu hari pasaran di sebelah utaranya kecamatan, biasanya masyarat dapat menempuhnya dengan sepeda motor dan mobil, yang beroperasi dari desa keberbagai desa terutama ke Desa Palesanggar.
Desa Palesanggar sendiri yang dihuni kurang lebih (8587) jiwa terbagi menjadi delapan dusun yaitu meliputi Dusun Aeng Rasa Dajah, Dusun Aeng Rasa Laok, yang dibatasi jalan aspal antara keduanya dan selatannya lagi termasuk Kecamatan Palenggaan. Dusun Pao yang memiliki banyak pohon mangga, sehingga dinakan Dusun Paon. Dusun Dadak Barat. Dusun Dadak Timur. Dusun Kemuning Tengah. Dusun Kemuning Timur. Dan yang terkhir Dusun Tajuk.


0 Komentar